#5 Tingkat Pengangguran di Jawa Barat


Tingkat Pengangguran di Jawa Barat

Oleh : Kosih Kosasih, S.Si*
(Artikel dimuat di koran kabar Priangan edisi 16 November 2017)

Salah satu masalah sosial di Jawa Barat adalah Pengangguran. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), penganggur adalah penduduk yang tidak bekerja dan kegiatannya terdiri dari sedang mencari pekerjaan, sedang mempersiapkan usaha, tidak mencari pekerjaan karena alasan merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan (putus asa), serta sudah mempunyai pekerjaan tetapi belum mulai bekerja.

Untuk mengetahui seberapa besar tingkat penganguran di Jawa Barat, BPS melakukan Survei Angkatan Kerja Nasional dua kali dalam setahun, yaitu bulan Februari dan bulan Agustus 2017. Survei ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi atau data ketenagakerjaan seperti Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).

Berdasarkan berita resmi statistik BPS Provinsi Jawa Barat No. 64/11/32/Th. XIX, 6 November 2017 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Jawa Barat sebesar 63,34 persen naik 0,67 persen poin dari tahun sebelumnya. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) menggambarkan persentase penduduk usia kerja (usia 15 tahun ke atas) yang berpartisipasi aktif di pasar kerja. Partisipasi di pasar kerja masih menunjukkan adanya kesenjangan antara penduduk laki – laki dan perempuan, yaitu laki – laki sebesar 82,40 persen sementara TPAK perempuan sebesar 43,89 persen.
Sedangkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)  Jawa Barat sebesar 8,22 persen turun 0,67 poin dari tahun sebelumnya. TPT laki – laki sebesar 8,00 persen dan perempuan sebesar 8,62 persen. TPT untuk pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menempati posisi tertinggi (16,80 persen), disusul oleh TPT Sekolah Menengah Atas/SMA (10,03 persen). Sementara TPT terendah terdapat pada tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD) ke bawah yaitu sebesar 4,30 persen. Hal ini dikarenakan mereka yang berpendidikan rendah cenderung mau menerima pekerjaan apapun, sementara mereka yang berpendidikan lebih tinggi cenderung memilih pekerjaan yang sesuai. Hal ini terlihat pada keadaan Agustus 2017, TPT yang mengalami penurunan pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas ke bawah, yaitu SD kebawah sebesar 4,27 persen, Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebesar 0,84 persen dan Sekolah Menengah Atas sebesar 1,37 persen. Sedangkan pada jenjang Sekolah Menegah Kejuruan dan pendidikan Diploma I/II/III keatas, TPT mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yaitu SMK sebesar 0,29 persen, Diploma I/II/III sebesar 1,25 persen dan Universitas sebesar 0,87 persen.

Kualitas penduduk bekerja dapat dilihat dari tingkat pendidikan yang ditamatkan. Pada agustus 2017, penduduk bekerja paling banyak berpendidikan rendah (SMP kebawah) yaitu mencapai 59,13 persen. Perbaikan kualitas penduduk bekerja ditunjukkan oleh cenderung menurunnya penduduk bekerja berpendidikan rendah (SMP kebawah) dan meningkatnya penduduk bekerja berpendidikan menengah (SMA dan SMK). Dalam setahun terakhir, persentase penduduk bekerja berpendidikan rendah (SMP kebawah) dan tinggi (Diploma I/II/III dan Universitas) turun masing – masing 0,07 persen dan 1,05 persen. Sementara persentase penduduk bekerja berpendidikan menengah meningkat dari 27,6 persen menjadi 28,72 persen.
Kondisi ketenagakerjaan, baik menyangkut tingkat pengangguran dan penduduk yang bekerja, tidak terepas dari kinerja sektor – sektor perekonomian yang ada. Jumlah penduduk yang bekerja pada tiap sektor menunjukkan kemampuan sektor tersebut dalam penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan lapangan pekerjaan utama pada Agustus 2017, penduduk Provinsi Jawa Barat paling banyak bekerja disektor Perdagangan sebesar 5,94 juta orang, Industri sebesar 4,19 juta orang, Jasa sebesar 3,50 juta orang, Pertanian sebesar 3,08 juta orang, Konstruksi sebesar 1,54 juta orang, Transportasi sebesar 1,24 juta orang, Keuangan sebesar 0,84 juta orang dan Lainnya sebesar 0,22 juta orang.

*Penulis adalah Statistisi Pertama pada BPS Kota Tasikmalaya

Tingkat Pengangguran di Jawa Barat


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "#5 Tingkat Pengangguran di Jawa Barat"

Post a Comment