73 Tahun, Indonesia Makin Bertumbuh
Oleh Siti Anisah, S.Si*
(Artikel dimuat di koran Radar Cirebon edisi 23 Agustus 2018)
“Bangsa yang tidak
percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri
sendiri sebagai suatu bangsa yang merdeka” -IR. SOEKARNO-
Kemerdekaan sebuah bangsa sejatinya haruslah menjadi gerbang menuju
kehidupan yang lebih baik bagi rakyatnya .tidak terkecuali dalam hal ini Bangsa Indonesia. Pastinya
para pendiri bangsa ini berharap Indonesia menjadi negara yang lebih baik dari
segala aspek kehidupan
rakyatnya termasuk dalam hal
keunggulan sumber daya manusia Indonesia yang tidak hanya lebih unggul dalam hal jumlah dibandingkan bangsa-bangsa lain.
Tepat 17 Agustus 2018
Indonesia merdeka yang ke 73. Kita semua terus berupaya agar makna hari kemerdekaan ini berarti kita sudah terbebas dari segalam macam bentuk aspek penjajahan. Sehingga euphoria
hari kemerdekaan ini kita jadikan momentum untuk memperbaiki kualitas segenap bangsa. Sehingga tahu demi
tahun bangsa ini terus bertumbuh kea rah yag lebih baik.
Ada tiga aspek yang
menarik untuk kita cermati tentang Indonesia yang terus bertumbuh ini. yaitu
kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) serta
kualitas Pembangunan Infrastuktur. Tiga aspek ini menjadi parameter secara umum
bertumbuhnya Indonesia yang perlu kita cermati.
KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA
Merujuk pada perhitungan standar negara-negara di dunia dalam menghitung kesejahteraan sebuah bangsa, maka tingkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan pertumbuhannya perlukita analisa
lebih dalam.
Pertumbuhan IPM merupakan salah satu indikator berhasil atau tidaknya sebuah
bangsa berdaulat dalam memajukan kesejahteraan rakyatnya. IPM juga menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan
dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.
Baca juga : Menakar Potensi Pemuda di Zaman “Now”
Berdasarkan data Publikasi Indeks Pembangunan manusia Badan
Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2010-2017 rata-rata kenaikan nilai IPM Indonesia adalah sebesar 0,61 poin tiap tahunnya.
Peningkatan terendah sebesar 0,56 point yaitu dari tahun 2010 ke 2011 dan
peningkatan tertinggi terjadi dari tahun 2015 ke 2016 dan tahun 2016 ke tahun
2017 yaitu sama-sama sebesar
0,63 poin. Pada tahun 2017 nilai IPM sebesar 70,81, angka ini menunjukkan
pertumbuhan sebesar 0,90% dibandingkan tahun 2016. Perlu diketahui bahwa pada tahun 2016 status
pembangunan manusia Indonesia meningkat dari “sedang” menjadi “tinggi”. Peningkatan ini memberikan arti bahwa terjadi perbaikan tingkat
kesehatan, pendidikan dan kelayakan hidup masyarakat yang signifikan.
Kalau kita bedah lebih
dalam faktor terbentuknya IPM, maka kita akan mendapatkan dimensi Angka Harapan Hidup (AHH), Rata-rata Lama
Sekolah (RLS) dan Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Standar Hidup Layak.Pendapatan
Per Kapita Per Tahun yang disesuaikan.
Dimensi Angka Harapan Hidup (AHH)
AHH merupakan salah satu indikator yang digunakan
untuk menilai derajat kesehatan penduduk. Pada tahun 2017 nilai AHH saat lahir
sebesar 70,61. Artinya, dapat diperkirakan
bayi yang lahir pada 2017 memiliki harapan untuk dapat hidup hingga 70,61 tahun atau lebih lama 0,16 tahun
jika dlbandingkan dengan harapan hidup bayi yang lahir pada tahun sebelumnya. Peningkatan umur
harapan hidup menunjukkan adanya perbaikan tingkat kesehatan masyarakat. Selama
periode 2010 hingga 2017, Indonesia telah berhasil meningkatkan umur harapan
hidup saat lahir sebesar 1,25 tahun atau tumbuh sebesar 0,25 persen per tahun
dari 69,81 tahun pada tahun 2010. AHH di suatu
wilayah berbeda dengan wilayah lainnya tergantung dari kualitas hidup yang
mampu dicapai oleh penduduk.
Dimensi
Rata-rata Lama Sekolah (RLS) dan Harapan Lama Sekolah (HLS)
Demikian juga untuk nilai RLS yang sebesar 8,10. Angka
ini menunjukkan bahwa penduduk usia 25 tahun ke atas secara
rata-rata telah menempuh pendidikan selama 8-10 tahun, lebih lama 0,15 tahun dibandingkan dengan
rata-rata tahun sebelumnya. Dalam arti
lain, pada 2017 penduduk Indonesia secara rata-rata baru
mencapai tingkat pendidikan sekolah menengah pertama (SMP) kelas IX.
Kenyataan ini dapat terlihat dari data ketenagakerjaan Survei Angkatan
Kerja Nasional (SAKERNAS) BPS yang menyatakan bahwa hingga Agustus 2017,
penyerapan tenaga kerja RI masih didominasi oleh penduduk bekerja yang
berpendidikan rendah, dari SMP ke bawah.
Baca juga : Menyoal Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2017
Sedangkan untuk nilai HLS adalah sebesar 12,85. Hal ini berarti bahwa anak-anak yang pada 2017 berusia tujuh tahun memiliki harapan dapat
menikmati pendidikan selama 12,85 tahun (Diploma l), lebih lama 0,13 tahun
dibandingkan dengan anak yang berumur sama pada 2016.
Selama periode 2010
hingga 2017, harapan lama sekolah di Indonesia telah meningkat sebesar 1,56
tahun atau tumbuh sebesar 1,87 persen per tahun. Sementara itu, rata-rata lama
sekolah meningkat 0,64 tahun atau tumbuh 1,18 persen per tahun. Hal ini menunjukkan makin membaiknya kualitas pendidikan di Indonesia.
Pendapatan Per Kapita
Per Tahun yang Disesuaikan (PPP)
Standar hidup layak dipresentasikan oleh pendapatan per kapita per tahun
yang disesuaikan. Pada tahun 2017, nilai pengeluaran per kapita masyarakat Indonesia mencapai Rp 10,66 juta per
tahun. Dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir,
pengeluaran per kapita masyarakat meningkat sebesar 1,76 persen per tahun.
PEMANFATAN SUMBER DAYA ALAM
Selain Kualitas Sumber Daya Manusia, pemanfatan Sumber Daya Alam tidak
kalah penting dalam proses pembangunan. Dimana Sumber Daya Alam harus
dimanfaatkan untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa seperti yang tertuang
dalam Undang Undang Dasar1945. Hal ini merupakan inti dari mengisi kemerdekaan.
Baca juga : Pilkada dan Korupsi
Keberhasilan pemanfaatanan Sumber Daya Alam untuk kemajuan dan kesejahteraan
bangsa bisa dilihat dari beberapa aspek. Salah satunya terlihat dari stabilnya
kondisi ekonomi. Kita perlu berbahagia bahwa berdasarkan data BPS tentang
Publikasi Produk Domestik Bruto (PDB), menurut Lapangan Usaha tahun 2016 dimana
dari tahun 2010 sampai 2016 trendnya meningkat. PDB Tahun 2010 sebesar 6,9 ribu
triliun rupiah dan Tahun 2016 sebesar 9,4 ribu triliun rupiah. Kenaikan
tertinggi terjadi dari tahun 2012 ke Tahun 2013 dengan besar kenaikan PDB
senilai 5 ribu triliun rupiah.
PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR
Selaras dengan kualitas Sumber Daya Manusia dan pemanfaatan Sumber Daya
Alam yang terus membaik, Indonesia telah berhasil meningkatkan posisi daya
saing yang cukup menggembirakan. Salah satu faktor pendukung peningkatan daya
saing Indonesia adalah pembangunan
infrastruktur yang nilainya terus membaik. Hal ini bisa terlihat dari skor
Indonesia dalam hal pembangunan infrastruktur meningkat dari tahun 2009-2010
Indonesia berada di rangking 96 menjadi peringkat 52 di tahun 2017-2018.
Bahkan menurut world economic forum (WEF), global competitiveness index
Indonesia terus membaik. Peringkat 54 di tahun 2009-2010 lalu peringkat 38
tahun 2013-2014 dan sekarang peringkat 36 tahun 2017-2018.
Pemaparan diatas hanya sekelumit pembahasan yang
mungkin tidak bisa memberikan gambaran secara utuh. Namun kita harus hadirkan
optimisme dalam diri tentang harapan para pendiri bangsa ini saat merebut dan
memploklamirkan kemerdekaan Indonesia agar bangsa ini terus bertumbuh ke arah
yang lebih baik. Oleh karena itu Indonesia yang terus bertumbuh ke arah yang
lebih baik harus menjadi tujuan kita
bersama seluruh elemen bangsa dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara.
*Penulis adalah Statistisi Ahli Pertama BPS Kabupaten Kuningan

0 Response to "#15 73 Tahun, Indonesia Makin Bertumbuh"
Post a Comment