Tingkat Kebahagiaan
Warga Jawa Barat
Oleh : Kosih Kosasih, S.Si*
(Artikel dimuat di koran Kabar Priangan edisi 5 Desember 2017)
Selain
melaksanakan survei – survei yang sifatnya kuantitatif, Badan Pusat Statistik
(BPS) juga melakukan survei yang hasilnya berupa data kualitatif. Tahun 2017
BPS kembali merilis Indeks Kebahagiaan Indonesia tahun 2017 sebesar 71,91 dari
skala 0 – 100. Sementara Indeks Kebahagiaan Jawa Barat sebesar 69,58.
Setiap
orang pasti mempunyai definisi atau standar yang berbeda tentang kebahagiaan,
hidup dalam keadaan serba kekurangan belum tentu tidak bahagia. Begitupun jika
kaya akan harta tidak akan menjamin seseorang merasa hidup bahagia. Kebahagiaan
tidak hanya diukur dari harta berlimpah, jabatan dan segala hal yang bersifat
keduniaan. Tetapi perasaan bahagia dapat tercipta dalam diri seseorang yang
senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.
Untuk
mengetahui seberapa besar Tingkat Kebahagiaan warga Jawa Barat, BPS melakukan
kegiatan survei secara subjektif untuk menilai perasaan bahagia seseorang yaitu
melalui Survei Pengukuran Tingkat Kebahagiaan (SPTK) 2017. Indeks Kebahagiaan
yang dihasilkan merupakan Indeks komposit yang disusun oleh tiga dimensi, yaitu
Kepuasan Hidup (Life Satisfaction),
Perasaan (Affection) dan Makna Hidup
(Eudaimonia).
Indikator
yang diukur pada dimensi kepuasan hidup, yaitu : pendidikan dan keterampilan,
pekerjaan/usaha/kegiatan usaha, pendapatan rumah tangga, kesehatan,
keharmonisan keluarga, ketersediaan waktu luang, hubungan sosial, keadaan
lingkungan, kemanan, kondisi rumah dan fasilitas rumah. Dimensi perasaan meliputi
tiga indikator, yaitu : perasaan senang/riang/gembira, perasaan tidak
khawatir/cemas serta perasaan tidak tertekan. Sedangkan dimensi makna hidup
diukur menggunakan enam indikator, yaitu : penerimaan diri, tujuan hidup,
hubungan positif dengan orang lain, pengembangan diri, penguasaan lingkungan
dan kemandirian.
Berdasarkan
Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Jawa Barat pada 4 September 2017, Indeks
Kebahagiaan Jawa Barat tahun 2017 sebesar 69,58 pada skala 0 – 100. Nilai
indeks untuk masing – masing dimensi diantaranya (1) Indeks Dimensi Kepuasan
Hidup sebesar 70,22; (2) Indeks Dimensi Perasaan (Affect) sebesar 66,83; (3) Indeks Dimensi Makna Hidup (Eudaimonia) sebesar 71,43.
Berdasarkan
klasifikasi wilayah, Indeks Kebahagiaan penduduk yang tinggal di wilayah
perkotaan cenderung lebih tinggi dibanding penduduk yang tinggal di perdesaan.
Nilai Indeks Kebahagiaan di perkotaan sebesar 70,08 sedangkan di wilayah
perdesaan sebesar 68,23.
Dillihat
dari janis kelamin, Indeks Kebahagiaan penduduk laki – laki sebesar 70,02.
Nilai ini lebih tinggi bila dibandingkan dengan Indeks Kebahagiaan penduduk
perempuan yang sebesar 69,14. Jika dilihat dari status perkawinan, ternyata
Indeks Kebahagiaan penduduk yang belum menikah cenderung lebih tinggi yaitu
sebesar 70,83 dibandingkan penduduk yang sudah menikah. Dari ketiga dimensi
penyusunan Indeks Kebahagiaan, masing – masing dimensi memiliki pola yang
hampir sama. Penduduk yang belum menikah memiliki indeks yang tertinggi
dibandingkan penduduk yang sudah menikah pada setiap dimensinya.
Berdasarkan
kelompok umur, Indeks Kebahagiaan penduduk cenderung mengalami penurunan dengan
semakin bertambahnya usia. Penduduk dengan umur 25 – 40 tahun memiliki Indeks
Kebahagiaan tertinggi sebesar 70,41. Hal yang sama terjadi pada Dimensi
Perasaan dan Dimensi Makna Hidup, sedangkan pada Dimensi Kepuasan Hidup usia 24
tahun kebawah memiliki indeks tertinggi.
Mengukur
Indeks Kebahagiaan adalah salah satu hal yang penting dilaksanakan, apa yang
masyarakat rasakan dari hasil pembangunan nasional maupun daerah perlu diukur
agar Pemerintah mengetahui sejauh mana gambaran perasaan masyarakat pada
umumnya sebagai bahan evaluasi untuk program pembangunan yang lebih baik lagi.
*Penulis adalah Statistisi Pertama pada BPS Kota Tasikmalaya

0 Response to "#4 Tingkat Kebahagiaan Warga Jawa Barat"
Post a Comment