#25 Perkembangan Inflasi Jabar Oktober 2018



Perkembangan Inflasi Jabar Oktober 2018

Kamis (1/11/2018), Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat merilis perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK)/Inflasi Oktober 2018.  IHK gabungan yang meliputi 7 kota di Jawa Barat yaitu Kota Bogor, Kota Sukabumi, Kota Bandung, Kota Cirebon, Kota Bekasi, Kota Depok dan Kota Tasikmalaya mengalami kenaikan indeks. Dari 131,96 di September 2018 menjadi 132,34 di Oktober 2018, akibatnya Jawa Barat mengalami Inflasi sebesar 0,29 persen.

Kepala BPS Jawa Barat, Dody Herlando mengatakan, laju inflasi tahun kalender “year to date” (Januari – Oktober) sebesar 2,69 persen dan laju inflasi dari tahun ke tahun “year on year (Oktober 2018 terhadap Oktober 2017) sebesar 3,48 persen.
Dari tujuh kelompok pengeluaran, yang mengalami inflasi berturut – turut dari yang terbesar diantaranya kelompok Sandang (0,94 persen), kelompok Transpor, Komunikasi & Keuangan (0,60) persen, kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar (0,40 persen), kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau (0,09 persen), dan kelompok Bahan Makanan (0,06 persen), kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olahraga (0,06 persen). Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi yaitu kelompok Kesehatan  sebesar 0,27 persen.

Sementara itu, dari 7 kota pantauan IHK di Jawa Barat, seluruhnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Bandung, yaitu sebesar 0,50 persen. Kemudian disusul Kota Depok (0,33 persen), Kota Bogor (0,24 persen), Kota Bekasi (0,16 persen), Kota Sukabumi (0,12 persen), Kota Cirebon (0,12 persen), dan terakhir Kota Tasikmalaya (0,05 persen).(*)
Baca juga : Ekonomi Jabar Triwulan 3 Tumbuh 5,58 persen

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "#25 Perkembangan Inflasi Jabar Oktober 2018"

Post a Comment