#23 Mengapa saya menulis?


Mengapa saya menulis?

Sebagai orang eksak yang dominan menggunakan otak kiri, menulis bukanlah keahlian yang saya miliki. Mungkin karena sudah banyak tulisan opini yang dimuat di media cetak maupun media online, saat ini orang – orang menganggap bahwa saya lihai dalam merangkai kalimat yang renyah untuk dibaca.

Bila ditelusuri beberapa waktu ke belakang tepatnya pada tahun 2017 yang lalu, diawali dengan keisengan mengumpulkan data – data yang dirilis oleh BPS dalam sebuah file, seperti Inflasi bulanan, tingkat kemiskinan, laju pertumbuhan penduduk, dan sebagainya, saat itu tanpa sengaja melihat irama angka inflasi yang naik turun dan berulang setiap tahun. Fenomena iu kemudian berlanjut dibahas dalam sebuah diskusi ringan dengan Bu Ririn rekan kerja di seksi sosial Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tasikmalaya. Saat itu kami berdiskusi mengenai tren inflasi setiap menjelang bulan Ramadan yang cukup tinggi bila dibandingkan dengan bulan – bulan sebelumnya.

Sejak saat itu, dalam benak tersirat sebuah ide seandainya topik inflasi dituangkan dalam sebuah tulisan berupa artikel, mungkin akan menjadi topic menarik untuk dibaca bahkan dikaji oleh pemangku kebijakan (red : Pemerintah).

Dengan sedikit ragu dan bingung, saya mencoba mengumpulkan data – data yang dibutuhkan untuk melengkapi tulisan tersebut. Resep pertama yang dilakukan adalah membaca Berita Resmi Statistik (BRS), karena ilmu tentang per statistikan masih sangat dangkal, akhirnya BRS dibaca berulang – ulang.

Setelah BRS dibaca, data – data terkumpul, namun perasaan bingung masih menyelimuti pikiran. Kebingungan selanjutnya adalah bagaimana menuliskan kalimat pertama, sebagai orang eksak saya menyadari betul betapa minimnya perbendaharaan kata yang ada di kepala. Alhamdulilah fasilitas internet yang ada di kantor sangat membantu bahkan tak perlu bayar.. hehehe.

Dengan segala keterbatasan ilmu yang dimiliki, lembaran artikel yang berkaitan dengan inflasi pun diunduh dari mbah google. Kemudian saya paksa mata untuk membaca dan memelototi padanan kata maupun kalimat serta isi pesan yang ada dalam artikel tersebut.

Bersambung…..

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "#23 Mengapa saya menulis?"

Post a Comment