Mengapa saya menulis?
Sebagai
orang eksak yang dominan menggunakan
otak kiri, menulis bukanlah keahlian yang saya miliki. Mungkin karena sudah
banyak tulisan opini yang dimuat di media cetak maupun media online, saat ini
orang – orang menganggap bahwa saya lihai dalam merangkai kalimat yang renyah
untuk dibaca.
Bila
ditelusuri beberapa waktu ke belakang tepatnya pada tahun 2017 yang lalu,
diawali dengan keisengan mengumpulkan data – data yang dirilis oleh BPS dalam
sebuah file, seperti Inflasi bulanan, tingkat kemiskinan, laju pertumbuhan
penduduk, dan sebagainya, saat itu tanpa sengaja melihat irama angka inflasi
yang naik turun dan berulang setiap tahun. Fenomena iu kemudian berlanjut
dibahas dalam sebuah diskusi ringan dengan Bu Ririn rekan kerja di seksi sosial
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tasikmalaya. Saat itu kami berdiskusi mengenai tren
inflasi setiap menjelang bulan Ramadan yang cukup tinggi bila dibandingkan
dengan bulan – bulan sebelumnya.
Sejak
saat itu, dalam benak tersirat sebuah ide seandainya topik inflasi dituangkan
dalam sebuah tulisan berupa artikel, mungkin akan menjadi topic menarik untuk
dibaca bahkan dikaji oleh pemangku kebijakan (red : Pemerintah).
Dengan
sedikit ragu dan bingung, saya mencoba mengumpulkan data – data yang dibutuhkan
untuk melengkapi tulisan tersebut. Resep pertama yang dilakukan adalah membaca
Berita Resmi Statistik (BRS), karena ilmu tentang per statistikan masih sangat
dangkal, akhirnya BRS dibaca berulang – ulang.
Setelah
BRS dibaca, data – data terkumpul, namun perasaan bingung masih menyelimuti
pikiran. Kebingungan selanjutnya adalah bagaimana menuliskan kalimat pertama,
sebagai orang eksak saya menyadari
betul betapa minimnya perbendaharaan kata yang ada di kepala. Alhamdulilah
fasilitas internet yang ada di kantor sangat membantu bahkan tak perlu bayar..
hehehe.
Dengan
segala keterbatasan ilmu yang dimiliki, lembaran artikel yang berkaitan dengan
inflasi pun diunduh dari mbah google.
Kemudian saya paksa mata untuk membaca dan memelototi padanan kata maupun kalimat
serta isi pesan yang ada dalam artikel tersebut.
Bersambung…..
0 Response to "#23 Mengapa saya menulis?"
Post a Comment