WNA & SP2020
Pagi tadi tepatnya pukul
10.00 WIB, saya di telpon oleh seorang karyawan sebuah Perusahaan yang ada di
Kabupaten Sukabumi, sebut saja inisialnya “P”. P menanyakan kepada saya seputar
Sensus Penduduk 2020 (SP2020).
Sebelumnya “P” menelpon ke kantor, tetapi
karena tidak ada orang akhirnya beliau menelpon ke Kota Sebelah (Duh maapkan
yah). Hal ini karena pegawai BPS Kabupaten Sukabumi umumnya sedang melakukan
pekerjaan dari rumah atau Work From Home (WFH) yang diakibatkan pandemic
virus Corona kian hari makin meluas.
Singkat cerita, setelah berbasa basi
yang diawali perkenalan. Beliau menanyakan tentang kegiatan SP2020 khususnya di
Kabupaten Sukabumi. Di Perusahaannya terdapat karyawan dengan status Warga
Negara Asing (WNA) tepatnya dari Negara Korea.
Pagi itu terjadilah percakapan
antara saya dan Ibu “P”.
P :
“Assalamu’alaikum, Pak”.
“Saya “P” dari Perusahaan “X” mau menanyakan
tentang kegiatan SP2020”.
“Apakah WNA harus ikut SP2020 juga?”.
“Terus terang saya malah baru tahu ada SP2020
dari mereka”.
Saya : “Ya, Betul sekali”
“ada
dua kategori untuk WNA. Pertama, jika WNA berniat tinggal di Indonesia (walaupun
baru beberapa hari). Kedua, jika WNA tinggal di Indonesia sudah lebih dari satu
tahun”.
“Memangnya
kenapa, Apakah ada WNA di Perusahaannya?”.
P :
“Benar, Pak”
“Malahan
beliau sendiri yang menanyakan kepada kami tentang SP2020, mereka dapat
informasi SP2020 dari Negara asalnya (Korea), katanya mereka harus ikut tercatat di SP2020 walaupun statusnya bukan WNI”.
Saya :
“Wah, bagus sekali, ya. Sebegitu pedulinya mereka terhadap SP2020”.
P : “Iya, Pak. Mereka antusias sekali
ingin tercatat di SP2020 ini”.
“saya sudah mengirimkan email ke joinsp2020@bps.go.id
untuk meminta kode akses, tapi sampai sekarang belum dapat balasannya”.
Saya :
“Kapan mengirimkan emailnya?”.
P :
“Tadi pagi, sekitar pukul 08.00 an?”.
Saya : “ Oh, saya kira sudah beberapa hari. Hehehe.”
“silahkan
tunggu saja, Insya Allah nanti BPS akan merespon untuk diberikan kode akses”.
“
O iya, ngomong – ngomong Ibu “P” sudah mengisi SPOnline, belum?”.
P : “Sambil tersenyum, beliau menjawab “BELUM”.
Hehehe”.
“Saya belum tahu caranya, Pak”.
Saya :
“Baik, berhubung situasi tidak memungkinkan untuk bertatap muka, saya mohon
izin menyampaikan file video tutorial
pengisian SPOnline, ya. Harapannya video tersebut bisa disebarluaskan di Perusahaan
dan seluruh karyawan bisa mengisi datanya secara mandiri”.
“Untuk informasi mengenai kode akses WNA
dalam pengisian SPOnline, lebih lanjut nanti saya sampaikan bila sudah ada
balasan dari BPS RI, ya”.
Setelah beberapa menit, percakapan pun
disudahi.
Ada
beberapa poin yang bisa kita ambil pelajaran dari cerita atau percakapan
diatas. Begitu antusiasnya WNA itu untuk ikut berpartisipasi pada pelaksanaan
SP2020 sampai beliau aktif menanyakan ke BPS. Saya meyakini, setidaknya mereka sudah
peduli dengan data, tahu bagaimana pentingnya sebuah data sebagai landasan bagi
Pemerintah untuk Perencanaan Pembangunan.
Pertanyaannya,
apakah kita sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) juga mempunyai antusias yang
sama atau bahkan lebih? Ini patut kita renungkan. Sebagai Insan BPS yang “setiap
saat” berkutat dengan data, seyogyanya kita harus memiliki kepedulian lebih
terhadap apa yang kita hasilkan. Terutama data hasil SP2020 yang kegiatannya
sedang berlangsung tahun ini.
Hari
ini BPS RI mengumumkan bahwa pelaksanaan SPOnline diperpanjang sampai dengan 29
Mei 2020. Ini merupakan kabar baik bagi penduduk yang mau berpartisipasi pada
SPOnline tetapi belum sempat mengakses.
Caranya
tetap sama, yaitu siapkan dokumen kependudukan seperti KK dan Akta Nikah. Kemudian
akses website sensus.bps.go.id melalui Handphone/Laptop/Komputer PC. Berikutnya
isi seluruh pertanyaan dengan benar dan jujur.
Mari
kita buktikan kepedulian terhadap Negara Indonesia dengan ikut berpartisipasi pada
SP2020 serta mensosialisasikannya kepada keluarga, tetangga, kerabat, sahabat,
sanak – saudara agar seluruh penduduk Indonesia tercatat. WNA saja peduli, masa kita engga.
Sensus
Penduduk 2020, #MencatatIndonesia
0 Response to "#60 WNA & SP2020"
Post a Comment