Mayoritas Desa di Jawa Barat Berstatus "Desa Berkembang"
Pada bulan Mei 2018, Badan
Pusat Statistik (BPS) telah melaksanakan kegiatan Pendataan Potensi Desa (PODES)
2018 serentak di seluruh wilayah Indonesia termasuk di Jawa Barat. Pelaksanaannya
dilakukan tiga (3) kali setiap sepuluh (10) tahun. PODES dilakukan secara
sensus yang menyasar seluruh Desa/Kelurahan/, Kecamatan, Kabupaten/Kota.
Menurut PODES 2018, di
Jawa Barat terdapat 5.957 wilayah setingkat desa, 627 kecamatan, 27 kabupaten/kota.
Dari jumlah tersebut 5.312 diantaranya berstatus Desa dan 645 kelurahan.
Baca juga : Indeks Pembangunan TIK Indonesia Rendah ?
Selain mengumpulkan
karakteristik wilayah, PODES juga menghitung Indeks Pembangunan Desa (IPD). IPD
adalah indeks komposit yang menggambarkan tingkat kemajuan atau perkembangan
desa dengan skala 0 – 100.
IPD menunjukkan tingkat
perkembangan desa dengan status desa tertinggal (jika nilai IPD kurang dari
sama dengan 50), desa berkembang (nilai IPD lebih dari 50 namun kurang dari
75), dan desa mandiri (nilai IPD lebih dari 75).
Baca juga : Ironi Kemiskinan Pedesaan di Era Kemerdekaan
Hasil penghitungan IPD 2018
di Jawa Barat menunjukkan, sebanyak 23 desa (0,43 persen) berstatus desa
tertinggal, 1.194 desa (22,48 persen) berstatus desa mandiri, sedangkan
sebanyak 4.095 (77,09 persen) berstatus desa berkembang.
Bila dibandingkan dengan
hasil PODES 2014 ada peningkatan jumlah desa yang berstatus desa mandiri, yaitu
sebesar 11,22 persen. Sementara itu, untuk desa tertinggal menurun sebesar 1,4
persen. Sedangkan desa yang berstatus desa berkembang menurun sebesar 9,83
persen.(*)

0 Response to "#48 Mayoritas Desa di Jawa Barat Berstatus "Desa Berkembang""
Post a Comment