#49 Indeks Pembangunan Teknologi Indonesia Rendah?

Indeks Pembangunan Teknologi Indonesia Rendah?



Indeks Pembangunan Teknologi Indonesia Rendah?

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Indeks Pembangunan Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (IP-TIK) Indonesia tahun 2017 sebesar 4,99 dari skala 0 – 10. Indeks ini naik dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar 4,34.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan indeks ini memang naik dari tahun 2016. Tetapi sejatinya indeks pembangunan TIK Indonesia masih belum memuaskan. Pasalnya, indeks masih belum mencapai skala 5 dari 10.

IP-TIK merupakan suatu ukuran standar yang dapat menggambarkan tingkat pembangunan teknologi informasi dan komunikasi suatu wilayah, kesenjangan digital, serta potensi pengembangan TIK.
Dilansir dari Berita Resmi Statistik (17/12/2018), IP-TIK disusun oleh 11 indikator yang dikombinasikan menjadi suatu ukuran standar pembangunan TIK suatu wilayah. 11 indikator IP-TIK disusun menjadi 3 subindeks penyusun IP-TIK, yaitu subindeks akses dan infrastruktur, subindeks penggunaan, dan subindeks keahlian.

Nilai subindeks paling tinggi pada tahun 2017 adalah subindeks keahlian sebesar 5,75, diikuti subindeks akses dan infrastruktur sebesar 5,16, serta subindeks penggunaan sebesar 4,44.

Menurut Suhariyanto, Indeks pembangunan TIK Indonesia masih belum mumpuni karena indokator pengunaan internet (4,44) lebih rendah dibandingkan akses dan infrastruktur (5,16) serta keahlian (5,75). Meskipun tiga indikator itu meningkat dari tahun – tahun sebelumnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, masalah tersebut terjadi karena pengguna internet di Indonesia lebih didominasi oleh kalangan muda saja. Sedangkan partisipasi pengguna dari generasi lanjut usia sangat terbatas. Hal ini tidak terlepas dari durasi pendidikan di Indonesia yang rata – rata hanya sampai tingkat SD dan SMP.
Bila dilihat berdasarkan wilayah, indeks pembangunan TIK di berbagai provinsi terlihat beragam. Tidak ada perubahan jumlah provinsi yang memiliki indeks TIK tinggi. Pada tahun 2017, DKI Jakarta masih tercatat sebagai provinsi dengan nilai paling tinggi, yaitu sebesar 7,61. Diikuti DI Yogyakarta (6,09), Kalimantan Timur (5,92), Bali (5,81), Kepulauan Riau (5,79), Kalimantan Utara (5,50), Banten (5,22), Sulawesi Utara (5,13), serta Jawa Barat (5,12).

Sedangkan provinsi dengan nilai indeks TIK sangat rendah berada di provinsi Papua, yaitu sebesar 2,95. Diikuti NTT (3,48), Sulawesi Barat (3,68), maluku Utara (3,79), NTB (3,92), Aceh (3,93), Lampung (3,94), dan Kalimantan Barat (4,00).(*)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "#49 Indeks Pembangunan Teknologi Indonesia Rendah?"

Post a Comment